JAKARTA - Bismillah. Di saat umat sedang menanti-nanti meratanya program gizi untuk anak bangsa, kabar mengejutkan justru berembus dari Istana. Qadarullah, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Bapak Dadan Hindayana, resmi dicopot dari jabatannya pada Selasa, 2 Juni 2026.

​Kabar pergantian pucuk pimpinan yang terkesan ujug-ujug (mendadak) ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Bapak Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan.

​"Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," tutur beliau kepada rekan-rekan media.

​Untuk mengisi kekosongan agar urusan logistik umat tidak mandek, Bapak Presiden menunjuk Ibu Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Alhamdulillah, estafet kepemimpinan cepat tersambung.

​Namun, tentu saja, pihak Istana belum merinci "asbabun nuzul" (sebab musabab) mengapa pencopotan mendadak ini terjadi. Sebagai santri dan warga negara yang baik, kita tentu diwajibkan untuk husnudzon (berprasangka baik).

​Mungkin saja, mengurus gizi ratusan juta rakyat itu sangat berat, sehingga menguras banyak pikiran. Atau, mari kita anggap angin lalu saja soal beredarnya foto-foto beliau belakangan ini yang entah mengapa berlatar belakang tulisan 'Kejaksaan Agung'. Astaghfirullah, kita tidak boleh su'udzon (berprasangka buruk), bukan?

​Mari kita jadikan ini sebagai bahan muhasabah bersama. Jabatan sungguhlah amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Kita doakan saja semoga urusan gizi nasional ini benar-benar ditujukan untuk mengenyangkan rakyat, dan tidak ada "gizi-gizi" salah sasaran yang malah masuk ke kantong pribadi.

​Selamat bertugas untuk Ibu Nanik S Deyang. Semoga kuat memikul amanah yang konon katanya dipenuhi banyak godaan ini. Wallahu a'lam bishawab.